Kamis, 16 Februari 2012

5 artikel tentang KAPASITOR

KAPASITOR
KAPASITAS SUATU KAPASITOR (C) KEPING SEJAJAR :
C = Q/V
Satuan Coulomb/Volt = Farrad
Dalam rumus ini nilai kapasitor C tidak dapat diubah (nilai C tetap).



Untuk mengubah nilai kapasitas kapasitor C dapat digunakan rumus :
C = (K Îo A)/d = K Co
Q = muatan yang tersimpan pada keping kapasitor
V = beda potensial antara keping kapasitor.

KUAT MEDAN LISTRIK (E) DI ANTARA KEPING SEJAJAR :
E = s/Î = V/d
s = rapat muatan = Q/A Þ A = luas keping
Î = K Îo
K = tetapan dielektrik bahan yang disisipkan di antara keping kapasitor.
K = 1 Þ untuk bahan udara
1 Þ untuk bahan dielektrik

Jika dua bola konduktor dengan kapasitas C1 dan C2 serta tegangan V1 dan V2, dihubungkan dengan sepotong kawat kecil, maka potensial gabungan pada bola-bola tersebut :

Vgab = C1V1 + C2V2
C1 + C2

ENERGI YANG TERSIMPAN DALAM KAPASITOR (W) :

W = ½ Q V = ½ C V² = ½ Q²/C
satuan Joule

RANGKAIAN KAPASITOR SERI DAN PARALEL :

SERI

1/Cs = 1/C1 + 1/C2 + 1/C3 + ...
VG = V1 + V2 + V3 + ...
Qg = Q1 = Q2 = Q3 = ...
PARALEL

Cp = C1 + C2 + C3 + ...
Vg = V1 = V2 = V3 = ...
Qg = QI + Q2 + Q3 + ...
Contoh 1 :
Sebuah titik A yang bermuatan -10 mC berada di udara pada jarak 6 cm dari titik B yang bermuatan +9 mC. Hitunglah kuat medan di sebuah titik yang terletak 3 cm dari A den 9 cm dari B !
Jawab:

Misalkan titik C (diasumsikan bermuatan positif) dipengaruhi oleh kedua muatan QA den QB, maka :

EA = k.QA = (9.10E9) (10.10E-6) = 10E8 N/C
        RA2          (3.10E-2)²
EA = k.QB = (9.10E9) (10.10E-6) = 10 E87 N/C
       
RB²          (3×10E-2)²

Jadi resultan kuat medan di titik C adalah :
EC = EA - EB = 9 × 107 N/C
Contoh 2 :
Sebuah massa m = 2 mg diberi muatan Q dan digantung dengan tali yang panjangnya 5 cm.  Akibat pengaruh medan listrik homogen sebesar 40 N/C yang arahnya horizontal, maka tali membentuk sudut 45° terhadap vertikal.  Bila percepatan gravitasi g=10 m/s², maka hitunglah muatan Q !

Jawab :
m = 2 mgram = 2.10-6 kg
Uraikan gaya-gaya yang bekerja pada muatan Q dalam koordinat (X,Y). Dalam keadaan akhir (di titik B benda setimbang) :

åFx = Þ T sinq = Q E ...... (1)
åFy = Þ T cosq = W ....... (2)

Persamaan (1) dibagi (2) menghasilkan
tg
q = (QE)/w = (w tg q )/ E
= (2.10E-6) 10.tg45°
                                 40
= 0,5 mC

Contoh 3 :
Dua keping logam terpisah dengan jarak d mempunyai beda potensial V. Jika elektron bergerak dari satu keping ke keping lain dalam waktu t mendapat percepatan a den m = massa elektron,maka hitunglah kecepatan elektron !
Jawab :

Elektron bergerak dari kutub negatif ke positif.Akibatnya arah gerak elektron berlawanan dengan arah medan listrik E, sehingga elektron mendapat percepatan a
Gaya yang mempengaruhi elektron:
F = e E = e V/d .... (1)
F = m a = m v/t .... (2)
Gabungkan persamaan (1) den (2), maka kecepatan elektron adalah
V = eVt/md

Contoh 4 :
Tentukan hubungan antara kapasitansi (C) suatu keping sejajar yang berjarak d dengan tegangannya (V) dan muatannya (Q) !

Jawab :
Kapasitas kapasitor dapat dihitung dari dua rumus, yaitu :
C = Q/V ... (1)
C = (K Îo A) / d ... (2)
Dari rumus (1), nilai kapasitas kapasitor selalu tetap, yang berubah hanya nilai Q den V sehingga C tidak berbanding lurus dengan Q den C tidak berbanding terbalik dengan V.  Dari rumus (2) terlihat bahwa nilai C tergantung dari medium dielektrik (K), tergantung dari luas keping (A) den jarak antar keping (d).

Contoh 5 :
Tiga buah kapasitor masing-masing kapasitasnya 3 farad, 6 farad den 9 farad dihubungkan secara seri, kemudian gabungan tersebut dihubungkan dengan tegangan 220 V. Hitunglah tegangan antara ujung-ujung kapasitor 3 farad !

Jawab :
Kapasitas gabungan ketiga kapasitor: 1/Cg = 1/C1 + 1/C2 + 1/C3 Þ Cg
= 18/11 F

Muatan gabungan yang tersimpan pada ketiga kapasitor
Qg = Cg V = 18/11 . 220 = 360 coulomb

Sifat kapasitor seri : Qg = Q1 = Q2 = Q3, jadi tegangan pada kapasitor 3 F adalah V = Q1/C1 = Qg/C1 = 360/3 = 120 volt


Peranan Kapasitor dalam Penggunaan Energi Listrik

 

Kehidupan modern salah satu cirinya adalah pemakaian energi listrik yang besar. Besarnya energi atau beban listrik yang dipakai ditentukan oleh reaktansi (R), induktansi (L) dan capasitansi (C). Besarnya pemakaian energi listrik itu disebabkan karena banyak dan beraneka ragam peralatan (beban) listrik yang digunakan. Sedangkan beban listrik yang digunakan umumnya bersifat induktif dan kapasitif. Di mana beban induktif (positif) membutuhkan daya reaktif seperti trafo pada rectifier, motor induksi (AC) dan lampu TL, sedang beban kapasitif (negatif) mengeluarkan daya reaktif. Daya reaktif itu merupakan daya tidak berguna sehingga tidak dapat dirubah menjadi tenaga akan tetapi diperlukan untuk proses transmisi energi listrik pada beban. Jadi yang menyebabkan pemborosan energi listrik adalah banyaknya peralatan yang bersifat induktif. Berarti dalam menggunakan energi listrik ternyata pelanggan tidak hanya dibebani oleh daya aktif (kW) saja tetapi juga daya reaktif (kVAR). Penjumlahan kedua daya itu akan menghasilkan daya nyata yang merupakan daya yang disuplai oleh PLN. Jika nilai daya itu diperbesar yang biasanya dilakukan oleh pelanggan industri maka rugi-rugi daya menjadi besar sedang daya aktif (kW) dan tegangan yang sampai ke konsumen berkurang. Dengan demikian produksi pada industri itu akan menurun hal ini tentunya tidak boleh terjadi untuk itu suplai daya dari PLN harus ditambah berarti penambahan biaya. Karena daya itu P = V.I, maka dengan bertambah besarnya daya berarti terjadi penurunan harga V dan naiknya harga I. Dengan demikian daya aktif, daya reaktif dan daya nyata merupakan suatu kesatuan yang kalau digambarkan seperti segi tiga siku-siku pada Gambar 1.  Dari Gambar 1 tersebut diperoleh bahwa perbandingan daya aktif (kW) dengan daya nyata (kVA) dapat didefinisikan sebagai faktor daya (pf) atau cos r. 
cos r = pf = P (kW) / S (kVA) ........(1)  P (kW) = S (kVA) . cos r................(2) 
Seperti kita ketahui bahwa harga cos r adalah mulai dari 0 s/d 1. Berarti kondisi terbaik yaitu pada saat harga P (kW) maksimum [ P (kW)=S (kVA) ] atau harga cos r = 1 dan ini disebut juga dengan cos r yang terbaik. Namun dalam kenyataannya harga cos r yang ditentukan oleh PLN sebagai pihak yang mensuplai daya adalah sebesar 0,8. Jadi untuk harga cos r < 0,8 berarti pf dikatakan jelek. Jika pf pelanggan jelek (rendah) maka kapasitas daya aktif (kW) yang dapat digunakan pelanggan akan berkurang. Kapasitas itu akan terus menurun seiring dengan semakin menurunnya pf sistem kelistrikan pelanggan. Akibat menurunnya pf itu maka akan muncul beberapa persoalan sbb:

a. Membesarnya penggunaan daya listrik kWH karena rugi-rugi.
b. Membesarnya penggunaan daya listrik kVAR.
c. Mutu listrik menjadi rendah karena jatuh tegangan.
Secara teoritis sistem dengan pf yang rendah tentunya akan menyebabkan arus yang dibutuhkan dari pensuplai menjadi besar. Hal ini akan menyebabkan rugi-rugi daya (daya reaktif) dan jatuh tegangan menjadi besar. Dengan demikian denda harus dibayar sebabpemakaian daya reaktif meningkat menjadi besar. Denda atau biaya kelebihan daya reaktif dikenakan apabila jumlah pemakaian kVARH yang tercata dalam sebulan lebih tinggi dari 0,62 jumlah kWH pada bulan yang bersangkutan sehingga pf rata-rata kurang dari 0,85. Sedangkan perhitungan kelebihan pemakaian kVARH dalam rupiah menggunakan rumus sbb: [ B - 0,62 ( A1 + A2 ) ] Hk 
Dimana : B = pemakaian k VARH
A1 = pemakaian kWH WPB
A2 = pemakaian kWH LWBP
Hk = harga kelebihan pemakaian kVARH
Untuk memperbesar harga cos r (pf) yang rendah hal yang mudah dilakukan adalah memperkecil sudut r sehingga menjadi r1 berarti r>r1. Sedang untuk memperkecil sudut r itu hal yang mungkin dilakukan adalah memperkecil komponen daya reaktif (kVAR). Berarti komponen daya reaktif yang ada bersifat induktif harus dikurangi dan pengurangan itu bisa dilakukan dengan menambah suatu sumber daya reaktif yaitu berupa kapasitor
Proses pengurangan itu bisa terjadi karena kedua beban (induktor dan kapasitor) arahnya berlawanan akibatnya daya reaktif menjadi kecil. Bila daya reaktif menjadi kecil sementara daya aktif tetap maka harga pf menjadi besar akibatnya daya nyata (kVA) menjadi kecil sehingga rekening listrik menjadi berkurang. Sedangkan keuntungan lain dengan mengecilnya daya reaktif adalah : 


  • Mengurangi rugi-rugi daya pada sistem.

  • Adanya peningkatan tegangan karena daya meningkat.

  • Proses Kerja Kapasitor 

    Kapasitor yang akan digunakan untuk meperbesar pf dipasang paralel dengan rangkaian beban. Bila rangkaian itu diberi tegangan maka elektron akan mengalir masuk ke kapasitor. Pada saat kapasitor penuh dengan muatan elektron maka tegangan akan berubah. Kemudian elektron akan ke luar dari kapasitor dan mengalir ke dalam rangkaian yang memerlukannya dengan demikian pada saaat itu kapasitor membangkitkan daya reaktif. Bila tegangan yang berubah itu kembali normal (tetap) maka kapasitor akan menyimpan kembali elektron. Pada saat kapasitor mengeluarkan elektron (Ic) berarti sama juga kapasitor menyuplai daya treaktif ke beban. Keran beban bersifat induktif (+) sedangkan daya reaktif bersifat kapasitor (-) akibatnya daya reaktif yang berlaku menjadi kecil.  Rugi-rugi daya sebelum dipasang kapasitor
    Rugi daya aktif = I2 R Watt .............(5)
    Rugi daya reaktif = I2 x VAR.........(6)
    Rugi-rugi daya sesudah dipasang kapasitor :
    Rugi daya aktif = (I2 - Ic2) R Watt ...(7)
    Rugi daya reaktif = (I2 - Ic2) x VAR (8)

    Pemasangan Kapasitor 

    Kapasitor yang akan digunakan untuk memperkecil atau memperbaiki pf penempatannya ada dua cara :  1. Terpusat kapasitor ditempatkan pada:

    a. Sisi primer dan sekunder transformator
    b. Pada bus pusat pengontrol
    2. Cara terbatas kapasitor ditempatkan

    a. Feeder kecil
    b. Pada rangkaian cabang
    c. Langsung pada beban

    Perawatan Kapasitor

    Kapasitor yang digunakan untuk memperbaiki pf supaya tahan lama tentunya harus dirawat secara teratur. Dalam perawatan itu perhatian harus dilakukan pada tempat yang lembab yang tidak terlindungi dari debu dan kotoran. Sebelum melakukan pemeriksaan pastikan bahwa kapasitor tidak terhubung lagi dengan sumber. Kemudian karena kapasitor ini masih mengandung muatan berarti masih ada arus/tegangan listrik maka kapasitor itu harus dihubung singkatkan supaya muatannya hilang. Adapun jenis pemeriksaan yang harus dilakukan meliputi :


  • Pemeriksaan kebocoran

  • Pemeriksaan kabel dan penyangga kapasitor

  • Pemeriksaan isolator

  • Sistem Mikroprosesor

    Selain komponen induktor pemborosan pemakaian listrik bisa juga terjadi karena: 
    Tegangan tidak stabil 
    Ketidak stabilan tegangan bisa menyebabkan terjadinya pemborosan energi listrik. Ketidakstabilan itu dapat diartikan tegangan pada suatu fase lebih besar, lebih kecil atau berfluktuasi terhadap teganga standar. Sedangkan akibat pembrosan energi listrik itu maka timbul panas sehingga bisa menyebabkan pertama kerusakan isolator peralatan yang dipakai. Ke dua memperpendek daya isolasi pada lilitan. Sementara itu dengan ketidakseimbangan sebesar 3% saja dapat memperbesar suhu motor yang sedang beroperasi sebesar 18% dari keadaan semula. Hal ini tentunya akan menimbulkan suara bising pada motor dengan kecepatan tinggi. 
    Harmonik 
    Harmonik itu bisa menimbulkan panas, hal ini terjadi karena adanya energi listrik yang berlebihan. Harmonik itu bisa muncul karena peralatan seperti komputer, kontrol motor dll. Harmonik merupakan suatu keadaan timbulnya tegangan yang periodenya berbeda dengan periode tegangan standar. Periode itu bisa 180 Hz (harmonik ke-3), 300 Hz (harmonik ke-5) dan seterusnya. Harmonik pada transformator lebih berbahaya, hal ini karena adanya sisrkulasi arus akibat panas yang berlebih. Sehingga hal ini bisa mengurangi kemampuan peralatan proteksi yang menggunakan power line carrier sebagai detektor kondisi normal. 
    Untuk mengoptimalkan pemakaian energi listrik bisa digunakan beban-beban tiruan berupa LC yang dilengkapi dengan teknologi mikroprosesor. Sehingga ketepatan dan keandalan dalam mendeteksi kualitas daya listrik bisa diperoleh. Mikroprosesor itu berfungsi untuk mengolah komponen-komponen yang menentukan kualitas tenaga listrik. Seperti keseimbangan beban antar fasa, harmonik dan surja. Apabila terdapat ketidakseimbangan antara fasa satu dengan fasa yang lainnya, maka mikroprosesor akan memerintahkan beban-beban LC untuk membuka atau menutup agar arus disuplai ke fasa satu sehingga selisih arus antara fasa satu dengan fasa yang lainnya tidak ada. Banyaknya L atau C yang dibuka atau ditutup tergantung dari kondisi ketidakseimbangan beban yang terdeteksi oleh mikroprosesor. Kondisi harmonik yang terdeteksi bisa dihilangkan dengan menggunakan filter LC. 
    Keuntungan alat ini adalah : 

  • Mampu mereduksi daya sampai 30%. 

  • Meningkatkan pf antara 95-100%

  • Dapat mengeliminasi terjadinya harmonik.

  • Dengan demikian pemakaian energi listrik bisa dihemat yaitu dengan cara mengoptimalkan konsumsi energi masing-masing peralatan yang digunakan, memperkecil gejala harmonik dan menstabilkan tegangan. Sehingga energi tersisa bisa dimanfaatkan untuk sektor lain yang lebih membutuhkan. Sedang dampak negatif dari pemborosan energi listrik itu pertama menciptakan ketidakseimbangan beban fasa-fasa listrik yang pada gilirannya akan mempengaruhi over heating pada motor dan penurunan life isolator. Ke dua bagi PLN sebagai penyuplai energi listrik tentunya harus menyediakan energi listrik yang lebih besar lagi.

    KAPASITOR

    Kapasitor
    Kapasitor adalah komponen elektronika yang dapat menyimpan muatan listrik. Struktur sebuah kapasitor terbuat dari 2 lembar plat metal yang dipisahkan oleh suatu bahan dielektrik. Bahan-bahan dielektrik yang umum dikenal misalnya udara vakum, keramik, gelas, dan lain-lain. Jika kedua ujung plat metal diberi tegangan listrik, maka muatan-muatan positif akan mengumpul pada salah satu kaki (elektroda) metalnya dan pada saat yang sama muatan-muatan negatif terkumpul pada ujung metal yang satu lagi. Muatan positif tidak dapat mengalir menuju ujung kutup negatif dan sebaliknya muatan negatif tidak bisa menuju ke ujung kutup positif, karena terpisah oleh bahan dielektrik yang non-konduktif. Muatan elektrik ini "tersimpan" selama tidak ada konduksi pada ujung-ujung kakinya. Di alam bebas, fenomena kapasitor ini terjadi pada saat terkumpulnya muatan-muatan positif dan negatif di awan.
    Kapasitansi didefenisikan sebagai kemampuan dari suatu kapasitor untuk dapat menampung muatan elektron. Coulombs pada abad 18 menghitung bahwa 1 coulomb = 6.25 x 1018 elektron. Kemudian Michael Faraday membuat postulat bahwa sebuah kapasitor akan memiliki kapasitansi sebesar 1 farad jika dengan tegangan 1 volt dapat memuat muatan elektron sebanyak 1 coulombs. Dengan rumus dapat ditulis :
    Q = CV

    Dengan asumsi :
    Q =  muatan elektron C (Coulomb)
    C = nilai kapasitans dalam F (Farad)
    V = tinggi tegangan dalam V (Volt)

    Dalam praktek pembuatan kapasitor, kapasitansi dihitung dengan mengetahui luas area plat metal (A), jarak (t) antara kedua plat metal (tebal dielektrik) dan konstanta (k) bahan dielektrik. Dengan rumusan dapat ditulis sebagai berikut :
    C = (8.85 x 10^-12) (k A/t)

    Jenis kapasitor yang banyak dijual di pasaran
    Tantalum Capacitor
    Merupakan  jenis  electrolytic  capacitor  yang  elektrodenya  terbuat dari  material   tantalum.   Komponen  ini  memiliki  polaritas,  cara membedakannya dengan mencari tanda + yang ada  pada  tubuh kapasitor,  tanda ini menyatakan bahwa pin di bawahnya memiliki polaritas  positif.  Diharapkan  berhati–hati di dalam pemasangan komponen karena tidak boleh terbalik. Karakteristik temperatur dan frekuensi lebih bagus daripada  electrolytic  capacitor yang terbuat dari  bahan  alumunium.
    Ceramic Capacitor

    Kapasitor   menggunakan   bahan titanium acid   barium untuk dielektrik- nya. Karena tidak dikonstruksi seperti koil maka komponen ini  dapat  digunakan  pada  rangkaian  frekuensi  tinggi. Karakteristik respons frekuensi sangat perlu diperhitungkan terutama jika kapasitor bekerja pada frekuensi tinggi.  Untuk perhitungan- perhitungan respons frekuensi dikenal juga satuan faktor qualitas Q (quality factor) yang tak lain sama dengan 1/DF.  Biasanya digunakan  untuk  melewatkan  sinyal  frekuensi  tinggi  menuju  ke ground. Kapasitor ini tidak baik digunakan untuk rangkaian analog, karena  dapat  mengubah  bentuk sinyal. Jenis ini tidak mempunyai polaritas  dan  hanya  tersedia dengan nilai kapasitor yang sangat kecil

    Electrolytic Capacitor

    Kelompok kapasitor electrolytic terdiri atas kapasitor-kapasitor yang bahan dielektriknya adalah lapisan metal-oksida. Elektrode kapasitor ini terbuat alumunium yang menggunakan membran oksidasi yang tipis. Umumnya kapasitor yang termasuk kelompok ini adalah kapasitor polar dengan tanda + dan - di badannya. Dari karakteristik tersebut, pengguna harus berhati–hati di dalam pemasangannya  pada  rangkaian,  jangan  sampai  terbalik.  Bila polaritasnya terbalik maka akan menjadi rusak bahkan “MELEDAK”. Untuk mendapatkan permukaan yang luas, bahan plat Aluminium ini biasanya digulung radial. Sehingga dengan cara itu dapat diperoleh kapasitor yang kapasitansnya besar.Biasanya jenis kapasitor ini digunakan pada rangkaian power supply, low pass filter, dan rangkaian pewaktu. Kapasitor ini tidak bisa digunakan pada rangkaian frekuensi tinggi. Biasanya tegangan kerja dari kapasitor dihitung dengan cara mengalikan tegangan catu daya dengan  2. Misalnya  kapasitor akan diberikan catu daya dengan tegangan 5 volt, berarti kapasitor yang dipilih harus memiliki tegangan kerja minimum 2 x 5 =10 volt.


    Multilayer Ceramic Capacitor
    Bahan material untuk kapasitor ini sama dengan  jenis  kapasitor keramik, bedanya terdapat pada jumlah lapisan yang menyusun dielektriknya.  Pada jenis ini dielektriknya disusun dengan banyak lapisan atau biasanya disebut dengan  layer  dengan ketebalan 10 sampai dengan 20  µm dan pelat elektrodenya dibuat dari logam yang murni. Selain itu ukurannya kecil dan memiliki karakteristik suhu yang lebih bagus daripada kapasitor keramik, biasanya jenis ini baik digunakan untuk aplikasi atau melewatkan frekuensi tinggi menuju tanah.
    Polyester Film Capacitor

    Dielektrik pada kapasitor ini terbuat dengan polyester film. Mempunyai karakteristik  suhu  yang  lebih  bagus dari pada semua jenis kapasitor di atas.  Dapat  digunakan  untuk  frekuensi  tinggi.  Biasanya  jenis  ini digunakan untuk rangkaian yang menggunakan frekuensi tinggi, dan rangkaian analog. Kapasitor ini biasanya disebut mylar dan mempunyai toleransi sebesar ±5% sampai  ±10%.
    Polypropylene Capacitor


    Kapasitor disamping memiliki nilai toleransi yang lebih tinggi daripada polyester film capacitor.  Pada  umumnya  nilai kapasitansi dari komponen ini tidak   akan   berubah   apabila  dirancang  di suatu  sistem  bila frekuensi yang melaluinya lebih kecil tau  sama  dengan  100kHz. Pada       gambar diatas ditunjukkan kapasitor polypropylene dengan toleransi ±1%. Tipe kapasitor jenis ini juga masih dalam pengembangan untuk mendapatkan kapasitansi yang besar namun kecil dan ringan, misalnya untuk applikasi mobil elektrik.  
    Kapasitor Mika
    Jenis ini menggunakan mika sebagai bahan dielektriknya. Kapasitor mika mempunyai tingkat kestabilan yang tinggi, karena koefisien temperaturnya  rendah.  Karena  frekuensi  karakteristiknya          sangat bagus, biasanya kapasitor ini digunakan untuk rangkaian resonans, filter   untuk   frekuensi  tinggi  dan  rangkaian  yang  menggunakan tegangan  tinggi  misalnya:  radio  pemancar  yang   menggunakan tabung transistor. Kapasitor mika tidak mempunyai nilai kapasitansi yang tinggi, dan harganya juga relatif tinggi.
    Polystyrene Film Capacitor

    Dielektrik kapasitor ini adalah polystyrene film . Tipe ini tidak  bisa digunakan untuk aplikasi yang menggunakan frekuensi tinggi, karena konstruksinya yang sama seperti kapasitor elektrolit yaitu seperti koil. Kapasitor ini baik untuk aplikasi pewaktu dan filter yang  menggunakan frekuensi beberapa ratus kHz. Komponen ini mempunyai 2 warna untuk elektrodenya, yaitu:  merah  dan  abu–abu.  Untuk yang merah elektrodenya terbuat dari tembaga sedangkan warna abu–abu terbuat dari kertas aluminium.
    Electric Double Capacitor (Super Capacitor)



    Jenis  kapasitor  ini  bahan  dielektriknya  sama  dengan  kapasitor elektrolit. Namun bedanya adalah ukuran kapasitornya lebih besar dibandingkan kapasitor  elektrolit  yang  telah  dijelaskan  di  atas. Biasanya  mempunyai  satuan  F.  Kapasitor ini mempunyai batas tegangan yang besar. Karena mempunyai batas tegangan dan bentuk yang lebih besar dari kapasitor yang lain maka kapasitor ini disebut juga super capasitor  Gambar  bentuk  fisiknya  dapat dilihat di  atas,  pada  Gambar 2.13  tersebut  kapasitornya  memiliki ukuran  0,47F. Kapasitor ini biasanya digunakan untuk rangkaian power supply.
    Trimmer Capacitor

                Kapasitor  jenis  disamping  menggunakan  keramik  atau   plastik   sebagai bahan  dielektriknya. Nilai dari kapasitor  dapat  diubah–ubah dengan cara  memutar  sekrup  yang  berada  diatasnya.  Didalam pemutaran  diharapkan  menggunakan  obeng  yang  khusus,  agar tidak menimbulkan efek kapasitans antara obeng dengan tangan
    Tuning Capacitor

    Kapasitor ini dinegara Jepang disebut sebagai “Varicons”, biasanya banyak sekali digunakan sebagai pemilih gelombang pada radio. Jenis dielektriknya meng- gunakan udara. Nilai kapasitansinya dapat diubah  dengan  cara memutar gagang yang terdapat pada badan kapasitor kekanan atau kekiri.
    Nilai
    Untuk  mencari  nilai  dari  kapasitor  biasanya  dilakukan  dengan  melihat  angka atau kode  yang tertera pada badan kapasitor tersebut. Untuk kapasitor jenis elektrolit memang  mudah,  karena nilai  kapasitansnya  telah  tertera  dengan  jelas  pada  tubuhnya.  Sedangkan  untuk  kapasitor keramik dan beberapa jenis yang lain nilainya dikodekan. Biasanya kode tersebut terdiri atas 4 digit, dengan 3 digit pertama merupakan angka dan digit terakhir berupa huruf yang menyatakan toleransinya.
     

     PENGERTIAN KAPASITOR

    Sebuah kapasitor (sebelumnya dikenal sebagai kondensor) adalah pasif dua terminal komponen listrik yang digunakan untuk menyimpan energi dalam medan listrik . The forms of practical capacitors vary widely, but all contain at least two electrical conductors separated by a dielectric (insulator); for example, one common construction consists of metal foils separated by a thin layer of insulating film. Bentuk-bentuk kapasitor praktis sangat bervariasi, tetapi semuanya mengandung setidaknya dua konduktor listrik yang dipisahkan oleh dielektrik (isolator), misalnya, satu konstruksi umum terdiri dari foil logam yang dipisahkan oleh lapisan tipis isolasi film. Capacitors are widely used as parts of electrical circuits in many common electrical devices. Kapasitor banyak digunakan sebagai bagian dari sirkuit listrik di banyak perangkat listrik umum.

    When there is a potential difference (voltage) across the conductors, a static electric field develops across the dielectric, causing positive charge to collect on one plate and negative charge on the other plate. Energy is stored in the electrostatic field. Ketika ada beda potensial (tegangan) di konduktor, statis medan listrik berkembang di dielektrik, menyebabkan muatan positif untuk mengumpulkan pada satu pelat dan muatan negatif pada pelat lainnya. Energi disimpan dalam medan elektrostatik. An ideal capacitor is characterized by a single constant value, capacitance , measured in farads . Sebuah kapasitor yang ideal ditandai dengan nilai konstan tunggal, kapasitansi , diukur dalam farad . This is the ratio of the electric charge on each conductor to the potential difference between them. Ini adalah rasio dari muatan listrik pada setiap konduktor dengan perbedaan potensial antara mereka.
    The capacitance is greatest when there is a narrow separation between large areas of conductor, hence capacitor conductors are often called "plates," referring to an early means of construction. Kapasitansi adalah terbesar ketika ada pemisahan sempit antara daerah besar konduktor, konduktor maka kapasitor ini sering disebut "piring," mengacu pada sarana awal konstruksi. In practice, the dielectric between the plates passes a small amount of leakage current and also has an electric field strength limit, resulting in a breakdown voltage , while the conductors and leads introduce an undesired inductance and resistance . Dalam prakteknya, dielektrik antara pelat melewati sedikit kebocoran arus dan juga memiliki batas kuat medan listrik, menghasilkan tegangan tembus , sedangkan konduktor dan lead memperkenalkan diinginkan induktansi dan resistansi .
    Capacitors are widely used in electronic circuits for blocking direct current while allowing alternating current to pass, in filter networks, for smoothing the output of power supplies , in the resonant circuits that tune radios to particular frequencies , in electric power transmission systems for stabilizing voltage and power flow, and for many other purposes. Kapasitor banyak digunakan dalam sirkuit elektronik untuk menghalangi arus searah sementara memungkinkan arus bolak-balik untuk lulus, dalam jaringan filter, untuk menghaluskan output dari pasokan listrik , di sirkuit resonan yang tune ke radio tertentu frekuensi , dalam sistem transmisi tenaga listrik untuk menstabilkan tegangan dan aliran daya, dan untuk tujuan lainnya.
    Pada bulan Oktober 1745, Ewald Georg von Kleist dari Pomerania di Jerman menemukan muatan yang dapat disimpan dengan menghubungkan tegangan tinggi Generator elektrostatik oleh kawat untuk volume air dalam botol kaca genggam. [1] tangan Von Kleist dan para air bertindak sebagai konduktor, dan tabung sebagai dielektrik (meskipun rincian mekanisme yang salah diidentifikasi pada saat itu). Von Kleist found, after removing the generator, that touching the wire resulted in a painful spark. Von Kleist ditemukan, setelah menghapus generator, yang menyentuh kawat menghasilkan percikan menyakitkan. In a letter describing the experiment, he said "I would not take a second shock for the kingdom of France." [ 2 ] The following year, the Dutch physicist Pieter van Musschenbroek invented a similar capacitor, which was named the Leyden jar , after the University of Leiden where he worked. [ 3 ] Dalam sebuah surat yang menjelaskan percobaan, ia berkata "Aku tidak akan mengambil kejutan kedua untuk Kerajaan Perancis." [2] Tahun berikutnya, fisikawan Belanda Pieter van Musschenbroek menemukan sebuah kapasitor serupa, yang bernama botol Leyden , setelah dengan Universitas Leiden di mana dia bekerja. [3]
    Daniel Gralath was the first to combine several jars in parallel into a "battery" to increase the charge storage capacity. Benjamin Franklin investigated the Leyden jar and "proved" that the charge was stored on the glass, not in the water as others had assumed. Daniel Gralath adalah yang pertama untuk menggabungkan beberapa guci secara paralel menjadi sebuah "baterai" untuk meningkatkan kapasitas penyimpanan biaya. Benjamin Franklin meneliti botol Leyden dan "membuktikan" bahwa tuduhan itu disimpan pada kaca, bukan di dalam air yang lain berasumsi . He also adopted the term "battery", [ 4 ] [ 5 ] (denoting the increasing of power with a row of similar units as in a battery of cannon ), subsequently applied to clusters of electrochemical cells . [ 6 ] Leyden jars were later made by coating the inside and outside of jars with metal foil, leaving a space at the mouth to prevent arcing between the foils. [ citation needed ] The earliest unit of capacitance was the 'jar', equivalent to about 1 nanofarad . [ citation needed ] Dia juga mengadopsi "baterai" panjang, [4] [5] (yang menunjukkan peningkatan daya dengan deretan unit serupa seperti pada baterai meriam ), kemudian diterapkan pada kelompok sel elektrokimia . [6] Leiden guci yang kemudian dibuat oleh lapisan dalam dan luar botol dengan kertas logam, meninggalkan ruang di mulut untuk mencegah lengkung antara foil. [ rujukan? ] Unit awal kapasitansi adalah 'jar', yaitu sekitar 1 nanofarad . [ rujukan? ]
    Leyden jars or more powerful devices employing flat glass plates alternating with foil conductors were used exclusively up until about 1900, when the invention of wireless ( radio ) created a demand for standard capacitors, and the steady move to higher frequencies required capacitors with lower inductance . Guci Leyden atau perangkat yang lebih kuat menggunakan pelat kaca datar bergantian dengan konduktor foil digunakan secara eksklusif sampai sekitar 1900, ketika penemuan nirkabel ( radio ) menciptakan permintaan untuk kapasitor standar, dan langkah mantap untuk lebih tinggi frekuensi kapasitor diperlukan dengan rendah induktansi . A more compact construction began to be used of a flexible dielectric sheet such as oiled paper sandwiched between sheets of metal foil, rolled or folded into a small package. Sebuah konstruksi lebih kompak mulai digunakan lembaran dielektrik fleksibel seperti kertas diminyaki terjepit di antara lembar foil logam, digulung atau dilipat menjadi paket kecil.
    Early capacitors were also known as condensers , a term that is still occasionally used today. Kapasitor awal juga dikenal sebagai kondensor, istilah yang kadang-kadang masih digunakan saat ini. The term was first used for this purpose by Alessandro Volta in 1782, with reference to the device's ability to store a higher density of electric charge than a normal isolated conductor. [ 7 ] Istilah ini pertama digunakan untuk tujuan ini oleh Alessandro Volta pada tahun 1782, dengan mengacu pada kemampuan perangkat untuk menyimpan kerapatan yang lebih tinggi dari muatan listrik dari sebuah konduktor terisolasi normal. [7]

     

     

     

    Fungsi

    Capacitors store electric charge. Kapasitor menyimpan muatan listrik. They are used with resistors in timing circuits because it takes time for a capacitor to fill with charge. Mereka digunakan dengan resistor di rangkaian waktu karena butuh waktu untuk kapasitor untuk mengisi dengan biaya. They are used to smooth varying DC supplies by acting as a reservoir of charge. Mereka digunakan untuk memuluskan berbagai pasokan DC dengan bertindak sebagai reservoir biaya. They are also used in filter circuits because capacitors easily pass AC (changing) signals but they block DC (constant) signals. Mereka juga digunakan dalam rangkaian kapasitor filter karena mudah lulus AC (berubah) sinyal tetapi mereka memblokir DC (konstan) sinyal.

    Capacitance Kapasitansi

    This is a measure of a capacitor's ability to store charge. Ini adalah ukuran kemampuan kapasitor untuk menyimpan muatan. A large capacitance means that more charge can be stored. Sebuah kapasitansi besar berarti bahwa biaya lebih dapat disimpan. Capacitance is measured in farads, symbol F. However 1F is very large, so prefixes are used to show the smaller values. Kapasitansi diukur dalam farad, simbol F. Namun 1F sangat besar, sehingga prefiks digunakan untuk menunjukkan nilai-nilai yang lebih kecil. Three prefixes (multipliers) are used, µ (micro), n (nano) and p (pico): Tiga prefiks (pengganda) yang digunakan, μ (mikro), n (nano) dan p (pico):
    • µ means 10 -6 (millionth), so 1000000µF = 1F μ berarti 10 -6 (juta), sehingga 1000000μF = 1F
    • n means 10 -9 (thousand-millionth), so 1000nF = 1µF n berarti 10 -9 (seribu juta), sehingga 1000nF = 1μF
    • p means 10 -12 (million-millionth), so 1000pF = 1nF p berarti 10 -12 (juta-juta), sehingga 1000pF = 1NF
    Capacitor values can be very difficult to find because there are many types of capacitor with different labelling systems! Nilai kapasitor bisa sangat sulit ditemukan karena ada banyak jenis kapasitor dengan sistem pelabelan berbeda!
    There are many types of capacitor but they can be split into two groups, polarised and unpolarised . Ada banyak jenis kapasitor tapi mereka dapat dibagi menjadi dua kelompok, terpolarisasi dan unpolarised . Each group has its own circuit symbol. Setiap kelompok memiliki simbol sirkuit sendiri.

    Polarised capacitors (large values, 1µF +) Polarised kapasitor (nilai besar, 1μF +)

    Examples: Contoh: kapasitor elektrolitik Circuit symbol: Sirkuit simbol: elektrolit kapasitor simbol

    Electrolytic Capacitors Kapasitor elektrolit

    Electrolytic capacitors are polarised and they must be connected the correct way round , at least one of their leads will be marked + or -. Kapasitor elektrolit yang terpolarisasi dan mereka harus dihubungkan dengan cara yang benar, setidaknya satu lead mereka akan ditandai + atau -. They are not damaged by heat when soldering. Mereka tidak rusak oleh panas saat menyolder. There are two designs of electrolytic capacitors; axial where the leads are attached to each end (220µF in picture) and radial where both leads are at the same end (10µF in picture). Ada dua desain dari kapasitor elektrolit; aksial dimana lead yang melekat pada setiap akhir (220μF dalam gambar) dan radial dimana kedua lead berada di akhir yang sama (10μF di gambar). Radial capacitors tend to be a little smaller and they stand upright on the circuit board. Kapasitor radial cenderung sedikit lebih kecil dan mereka berdiri tegak pada papan sirkuit.
    It is easy to find the value of electrolytic capacitors because they are clearly printed with their capacitance and voltage rating. Sangat mudah untuk menemukan nilai kapasitor elektrolitik karena dicetak jelas dengan kapasitansi dan rating tegangan. The voltage rating can be quite low (6V for example) and it should always be checked when selecting an electrolytic capacitor. Voltase bisa sangat rendah (6V misalnya) dan harus selalu diperiksa ketika memilih kapasitor elektrolitik. If the project parts list does not specify a voltage, choose a capacitor with a rating which is greater than the project's power supply voltage. Jika proyek bagian daftar tidak menentukan tegangan, memilih kapasitor dengan nilai yang lebih besar dari tegangan suplai proyek kekuasaan. 25V is a sensible minimum for most battery circuits. 25V adalah minimum yang masuk akal untuk sirkuit baterai paling.

    Tantalum Bead Capacitors Tantalum Bead Kapasitor

    Tantalum bead capacitors are polarised and have low voltage ratings like electrolytic capacitors. Tantalum manik kapasitor terpolarisasi dan memiliki peringkat tegangan rendah seperti kapasitor elektrolitik. They are expensive but very small, so they are used where a large capacitance is needed in a small size. Mereka adalah mahal tetapi sangat kecil, sehingga mereka digunakan dimana kapasitansi yang besar diperlukan dalam ukuran kecil. Modern tantalum bead capacitors are printed with their capacitance, voltage and polarity in full. Modern tantalum kapasitor manik dicetak dengan, tegangan dan polaritas kapasitansi mereka secara penuh. However older ones use a colour-code system which has two stripes (for the two digits) and a spot of colour for the number of zeros to give the value in µF. Namun yang lebih tua menggunakan sistem kode warna yang memiliki dua garis (untuk dua digit) dan tempat warna untuk jumlah nol untuk memberikan nilai dalam μF. The standard colour code is used, but for the spot, grey is used to mean × 0.01 and white means × 0.1 so that values of less than 10µF can be shown. Standar kode warna yang digunakan, tapi untuk tempat, abu-abu digunakan untuk berarti × 0,01 dan berarti putih × 0,1 sehingga nilai-nilai kurang dari 10μF dapat ditampilkan. A third colour stripe near the leads shows the voltage (yellow 6.3V, black 10V, green 16V, blue 20V, grey 25V, white 30V, pink 35V). Sebuah strip warna ketiga dekat lead menunjukkan (6.3V kuning, hitam 10V, 16V hijau, biru 20V, 25V abu-abu, putih 30V, pink 35V) tegangan. The positive (+) lead is to the right when the spot is facing you: ' when the spot is in sight, the positive is to the right '. Memimpin (+) positif adalah ke kanan ketika tempat menghadap Anda: 'ketika tempat sudah di depan mata, yang positif adalah di sebelah kanan'. tantalum kapasitor manik
    For example: blue, grey, black spot means 68µF Sebagai contoh: biru, abu-abu, bercak hitam berarti 68μF
    For example: blue, grey, white spot means 6.8µF Sebagai contoh: biru, abu-abu, bercak putih berarti 6.8μF
    For example: blue, grey, grey spot means 0.68µF Sebagai contoh: biru, abu-abu, grey spot berarti 0.68μF

    Unpolarised capacitors (small values, up to 1µF) Unpolarised kapasitor (nilai-nilai kecil, hingga 1μF)

    Examples: Contoh: kecil nilai kapasitor Circuit symbol: Sirkuit simbol: kapasitor simbol Small value capacitors are unpolarised and may be connected either way round. Nilai kapasitor kecil unpolarised dan dapat dihubungkan baik sebaliknya. They are not damaged by heat when soldering, except for one unusual type (polystyrene). Mereka tidak rusak oleh panas saat menyolder, kecuali satu jenis yang tidak biasa (polystyrene). They have high voltage ratings of at least 50V, usually 250V or so. Mereka memiliki peringkat tegangan tinggi setidaknya 50V, biasanya 250V atau lebih. It can be difficult to find the values of these small capacitors because there are many types of them and several different labelling systems! Ini bisa sulit untuk menemukan nilai-nilai kapasitor ini kecil karena ada banyak jenis dari mereka dan beberapa sistem pelabelan berbeda!
    100nF kapasitor Many small value capacitors have their value printed but without a multiplier, so you need to use experience to work out what the multiplier should be! Banyak nilai kapasitor kecil memiliki nilai mereka dicetak tapi tanpa pengganda, sehingga Anda harus menggunakan pengalaman untuk bekerja apa multiplier seharusnya!
    For example 0.1 means 0.1µF = 100nF. Misalnya 0,1 berarti 0.1μF = 100nF.
    Sometimes the multiplier is used in place of the decimal point: Kadang-kadang multiplier digunakan di tempat titik desimal:
    For example: 4n7 means 4.7nF. Sebagai contoh: 4n7 berarti 4.7nF.

    Capacitor Number Code Capacitor Nomor Kode

    A number code is often used on small capacitors where printing is difficult: Sebuah nomor kode sering digunakan pada kapasitor kecil di mana pencetakan sulit: 1NF kapasitor
    • the 1st number is the 1st digit, nomor 1 adalah 1 digit,
    • the 2nd number is the 2nd digit, nomor 2 adalah angka 2,
    • the 3rd number is the number of zeros to give the capacitance in pF. jumlah 3 adalah jumlah nol untuk memberikan kapasitansi dalam pF.
    • Ignore any letters - they just indicate tolerance and voltage rating. Abaikan huruf - mereka hanya menunjukkan toleransi dan rating tegangan.
    For example: 102 means 1000pF = 1nF (not 102pF!) Misalnya: 102 berarti 1000pF = 1NF (tidak 102pF!) For example: 472J means 4700pF = 4.7nF (J means 5% tolerance). Sebagai contoh: 472J berarti 4700pF = 4.7nF (J berarti toleransi 5%).

    Colour Code Warna Kode
    Colour Warna Number Jumlah
    Black Hitam
    0 0
    Brown Coklat
    1 1
    Red Merah
    2 2
    Orange Jeruk
    3 3
    Yellow Kuning
    4 4
    Green Hijau
    5 5
    Blue Biru
    6 6
    Violet Violet
    7 7
    Grey Abu-abu
    8 8
    White Putih
    9 9

    Capacitor Colour Code Kapasitor Kode Warna

    A colour code was used on polyester capacitors for many years. Sebuah kode warna digunakan pada kapasitor polyester untuk bertahun-tahun. It is now obsolete, but of course there are many still around. Sekarang usang, tapi tentu saja ada banyak masih ada. The colours should be read like the resistor code, the top three colour bands giving the value in pF. Warna harus dibaca seperti kode resistor, tiga besar band warna memberikan nilai dalam pF. Ignore the 4th band (tolerance) and 5th band (voltage rating). Abaikan band 4 (toleransi) dan band 5 (voltase). 10nF dan 220nF kapasitor For example: Sebagai contoh:
    brown, black, orange means 10000pF = 10nF = 0.01µF. coklat, hitam, oranye berarti 10000pF = 10nF = 0.01μF.
    Note that there are no gaps between the colour bands, so 2 identical bands actually appear as a wide band. Perhatikan bahwa tidak ada kesenjangan antara band warna, jadi 2 band identik justru tampil sebagai band yang luas.
    For example: Sebagai contoh:
    wide red, yellow means 220nF = 0.22µF. lebar merah, kuning berarti 220nF = 0.22μF.

    Polystyrene Capacitors Polystyrene Kapasitor

    polistiren kapasitor This type is rarely used now. Jenis ini jarang digunakan sekarang. Their value (in pF) is normally printed without units. Nilai mereka (dalam pF) biasanya dicetak tanpa unit. Polystyrene capacitors can be damaged by heat when soldering (it melts the polystyrene!) so you should use a heat sink (such as a crocodile clip). Kapasitor Polystyrene bisa rusak oleh panas saat menyolder (meleleh polystyrene!) Sehingga Anda harus menggunakan heat sink (seperti klip buaya). Clip the heat sink to the lead between the capacitor and the joint. Pangkas bagian heat sink untuk memimpin antara kapasitor dan sendi.

    Real capacitor values (the E3 and E6 series) Nyata kapasitor nilai (E3 dan E6 seri)

    You may have noticed that capacitors are not available with every possible value, for example 22µF and 47µF are readily available, but 25µF and 50µF are not! Anda mungkin telah memperhatikan bahwa kapasitor tidak tersedia dengan setiap nilai yang mungkin, untuk 22μF contoh dan 47μF sudah tersedia, tetapi 25μF dan 50μF tidak! Why is this? Mengapa hal ini? Imagine that you decided to make capacitors every 10µF giving 10, 20, 30, 40, 50 and so on. Bayangkan bahwa Anda memutuskan untuk membuat kapasitor setiap 10μF memberikan 10, 20, 30, 40, 50 dan sebagainya. That seems fine, but what happens when you reach 1000? Yang tampaknya baik, tetapi apa yang terjadi ketika Anda mencapai 1000? It would be pointless to make 1000, 1010, 1020, 1030 and so on because for these values 10 is a very small difference, too small to be noticeable in most circuits and capacitors cannot be made with that accuracy. Ini akan ada gunanya untuk membuat 1000, 1010, 1020, 1030 dan sebagainya karena untuk nilai-nilai 10 adalah perbedaan yang sangat kecil, terlalu kecil untuk menjadi nyata dalam sirkuit paling dan kapasitor tidak dapat dibuat dengan akurasi itu.
    To produce a sensible range of capacitor values you need to increase the size of the 'step' as the value increases. Untuk menghasilkan berbagai nilai kapasitor masuk akal Anda perlu meningkatkan ukuran 'langkah' dengan meningkatnya nilai. The standard capacitor values are based on this idea and they form a series which follows the same pattern for every multiple of ten. Nilai-nilai kapasitor standar didasarkan pada ide ini dan mereka membentuk serangkaian yang mengikuti pola yang sama untuk setiap kelipatan sepuluh.
    The E3 series (3 values for each multiple of ten) Seri E3 (3 nilai untuk setiap kelipatan sepuluh)
    10, 22, 47, ... 10, 22, 47, ... then it continues 100, 220, 470, 1000, 2200, 4700, 10000 etc. kemudian terus 100, 220, 470, 1000, 2200, 4700, 10000 dll
    Notice how the step size increases as the value increases (values roughly double each time). Perhatikan bagaimana ukuran langkah meningkatkan dengan meningkatnya nilai (nilai kira-kira dua kali lipat setiap kali).
    The E6 series (6 values for each multiple of ten) E6 seri (6 nilai untuk setiap kelipatan sepuluh)
    10, 15, 22, 33, 47, 68, ... 10, 15, 22, 33, 47, 68, ... then it continues 100, 150, 220, 330, 470, 680, 1000 etc. kemudian terus 100, 150, 220, 330, 470, 680, 1000 dll
    Notice how this is the E3 series with an extra value in the gaps. Perhatikan bagaimana ini adalah seri E3 dengan nilai tambahan dalam kesenjangan.
    The E3 series is the one most frequently used for capacitors because many types cannot be made with very accurate values. Seri E3 adalah yang paling sering digunakan untuk kapasitor karena banyak jenis tidak dapat dibuat dengan nilai yang sangat akurat.

    Variable capacitors Variabel kapasitor

    variabel kapasitor simbol
    Variable Capacitor Symbol Variabel Capacitor Simbol
    variabel kapasitor
    Variable Capacitor Variabel Capacitor
    Photograph © Rapid Electronics Foto © Elektronik Cepat
    Variable capacitors are mostly used in radio tuning circuits and they are sometimes called 'tuning capacitors'. Kapasitor variabel sebagian besar digunakan dalam rangkaian tuning radio dan kadang-kadang disebut 'kapasitor tuning'. They have very small capacitance values, typically between 100pF and 500pF (100pF = 0.0001µF). Mereka memiliki nilai kapasitansi yang sangat kecil, biasanya antara 100pF dan 500pF (100pF = 0.0001μF). The type illustrated usually has trimmers built in (for making small adjustments - see below) as well as the main variable capacitor. Jenis ilustrasi biasanya memiliki pemangkas dibangun di (untuk membuat penyesuaian kecil - lihat di bawah) serta kapasitor variabel utama. Many variable capacitors have very short spindles which are not suitable for the standard knobs used for variable resistors and rotary switches. Kapasitor variabel Banyak spindle sangat pendek yang tidak cocok untuk tombol-tombol standar yang digunakan untuk resistor variabel dan switch rotary. It would be wise to check that a suitable knob is available before ordering a variable capacitor. Akan bijaksana untuk memeriksa bahwa sebuah tombol yang cocok tersedia sebelum memesan sebuah kapasitor variabel.
    Variable capacitors are not normally used in timing circuits because their capacitance is too small to be practical and the range of values available is very limited. Kapasitor variabel biasanya tidak digunakan dalam rangkaian waktu karena kapasitansi mereka terlalu kecil untuk menjadi praktis dan kisaran nilai yang tersedia sangat terbatas. Instead timing circuits use a fixed capacitor and a variable resistor if it is necessary to vary the time period. Sebaliknya sirkuit waktu menggunakan kapasitor tetap dan resistor variabel jika perlu untuk mengubah periode waktu.

    Trimmer capacitors Pemangkas kapasitor

    pemangkas kapasitor simbol
    Trimmer Capacitor Symbol Pemangkas Capacitor Simbol
    pemangkas kapasitor
    Trimmer Capacitor Pemangkas Capacitor
    Photograph © Rapid Electronics Foto © Elektronik Cepat
    Trimmer capacitors (trimmers) are miniature variable capacitors. Pemangkas kapasitor (pemangkas) adalah kapasitor variabel miniatur. They are designed to be mounted directly onto the circuit board and adjusted only when the circuit is built. Mereka dirancang untuk dipasang langsung ke papan sirkuit dan disesuaikan hanya ketika sirkuit yang dibangun. A small screwdriver or similar tool is required to adjust trimmers. Sebuah alat obeng atau serupa kecil diperlukan untuk menyesuaikan pemangkas. The process of adjusting them requires patience because the presence of your hand and the tool will slightly change the capacitance of the circuit in the region of the trimmer! Proses penyesuaian mereka membutuhkan kesabaran karena kehadiran tangan Anda dan alat akan sedikit mengubah kapasitansi dari rangkaian di wilayah pemangkas!
    Trimmer capacitors are only available with very small capacitances, normally less than 100pF. Kapasitor Pemangkas hanya tersedia dengan kapasitansi yang sangat kecil, biasanya kurang dari 100pF. It is impossible to reduce their capacitance to zero, so they are usually specified by their minimum and maximum values, for example 2-10pF. Tidak mungkin untuk mengurangi kapasitansi mereka dengan nol, jadi mereka biasanya ditentukan oleh minimum dan nilai maksimum, misalnya 2-10pF.
    Trimmers are the capacitor equivalent of presets which are miniature variable resistors. Pemangkas adalah setara kapasitor dari preset yang resistor variabel miniatur.

     

     

    Kapasitor adalah komponen elektronika yang digunakan untuk menyimpan muatan dan energi listrik. Pada prinsipnya, kapasitor terdiri dari dua konduktor yang berdekatan namun terpisah satu sama lain, yang membawa muatan yang sama besar namun berlawanan jenis. Kedua konduktor tersebut dipisahkan oleh bahan penyekat (isolator) yang disebut bahan (zat) dielektrik. Zat dielektrik yang digunakan sebagai menyekat akan membedakan jenis kapasitor, seperti kertas, mika, plastik, pasta dan lain sebagainya.

    Kapasitas suatu kapasitor (kapasitansi) bergantung semata-mata pada susunan geometris konduktor dan bukan pada muatan atau beda potensialnya. Kapasitas suatu kapasitor keping keping sejajar berbanding lurus dengan luas keping dan berbanding terbalik terhadap jarak pemisahnya:
    Kapasitas kapasitor
    dengan
    C = kapasitas kapasitor (farad)
    ε = permitivitas bahan dielektrik (C/Nm2)
    A = luas penampang keping (meter2)
    d = jarak pemisah kedua lempeng (meter)
    Permitivitas bahan dari sebuah dielektrik pada kapasitor didefinisikan sebagai :
    ε = εr.εo
    dengan
    εr = konstanta dielektrik
    εo = permitivitas vakum (C/Nm2)
    εo = 8,85 x 10-12 C/Nm2
    Kegunaan kapasitor dalam berbagai rangkaian listrik adalah:
    1. mencegah loncatan bunga api listrik pada rangkaian yang mengandung kumparan, bila tiba-tiba arus listrik diputuskan dan dinyalakan
    2. menyimpan muatan atau energi listrik dalam rangkaian penyala elektronik
    3. memilih panjang gelombang pada radio penerima
    4. sebagai filter dalam catu daya (power supply)
    Rangkaian Kapasitor
    Paralel
    Apabila dua buah kapasitor atau lebih dihubungkan secara paralel, kapasitansi ekivalen kombinasinya adalah jumlah kapasitansi tunggal :
    Ceq = C1+ C2 + C3 + ……      kapasitor paralel
    Seri
    Apabila dua buah kapasitor atau lebih dihubungkan secara seri, kebalikan kapasitansi ekivalen diperoleh dengan menjumlahkan kebalikan muatan-muatan kapasitor tunggalnya :
    1/Ceq = 1/C1+ 1/C2 + 1/C3 + ……      kapasitor seri

    Tidak ada komentar:

    Poskan Komentar